banner large

Rasio Elektrifikasi Pelalawan Terus Meningkat, Kabel Bawah Laut ke Pulau Mendol Ditarget Rampung Mei 2026

X
Bagikan

Pelalawan, xpostv.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan rasio elektrifikasi hingga mencapai 100 persen melalui program “Pelalawan Terang”. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng PLN serta membangun berbagai infrastruktur kelistrikan, termasuk proyek strategis kabel bawah laut menuju Pulau Mendol.

Program ini bertujuan memastikan seluruh wilayah, termasuk desa dan dusun terpencil, dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam secara merata dan berkelanjutan.

banner 300x250

Salah satu proyek unggulan yang saat ini tengah berjalan adalah pembangunan Saluran Kabel Listrik Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi menuju Pulau Mendol.
Proyek ini ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan akan melayani sekitar 2.200 pelanggan.

Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, mengungkapkan bahwa progres pembangunan kabel bawah laut tersebut telah mencapai sekitar 50 persen.

“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Mendol yang selama ini belum menikmati layanan listrik 24 jam penuh.

Kondisi kelistrikan di Kecamatan Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, sebelumnya cukup memprihatinkan. Masyarakat hanya dapat menikmati listrik sekitar 12 jam per hari. Bahkan, saat terjadi kerusakan mesin, pemadaman bergilir kerap terjadi, dan listrik hanya menyala sekitar 4 jam.

Situasi ini tentu berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal. Oleh karena itu, pembangunan jaringan listrik yang andal menjadi kebutuhan mendesak.

Bupati Pelalawan, H. Zukri, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembangunan kabel bawah laut tersebut. Ia menilai proyek ini akan memberikan dampak besar, baik secara sosial maupun ekonomi.

“Kami berharap pembangunan kabel bawah laut ini bisa dituntaskan dengan cepat karena akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Pulau Mendol memiliki potensi luar biasa, baik di sektor pangan, padi, maupun kelapa. Dengan listrik yang stabil, potensi ini bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui koordinasi lintas sektor.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan di tahun 2026 ini masyarakat Pulau Mendol sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam,” tambahnya.

Proyek kabel bawah laut ini telah melalui berbagai tahapan, mulai dari proses perizinan lingkungan hingga lelang pada November 2023, dan mulai dikerjakan pada awal Januari 2024.

Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting, menyebutkan bahwa panjang kabel yang digelar mencapai sekitar 3 kilometer dan saat ini progresnya sudah 50 persen.

Ia mengakui, terdapat sejumlah tantangan dalam proses pengerjaan, terutama arus bawah laut yang cukup deras. Namun, tim di lapangan tetap bekerja maksimal agar proyek dapat selesai tepat waktu.

“Tiang di darat sudah siap semua. Setelah pemasangan selesai, akan dilanjutkan dengan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO),” jelasnya.

Dengan progres yang terus berjalan dan target penyelesaian yang semakin dekat, masyarakat Pulau Mendol kini memiliki harapan besar untuk menikmati listrik tanpa henti.

Kehadiran listrik 24 jam diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang pengembangan potensi daerah secara lebih optimal.

(Advertorial)

Pewarta: Budi

banner 728x90